Nyoman Astina

Om Swastyastu,

I Nyoman Astina. Itulah nama yang diberikan oleh kedua orang tua saya. Terlahir sebagai anak ke enam dari tujuh bersaudara di sebuah desa kecil di kaki gunung Batukaru, saya pun belajar menapaki kehidupan bersama keluarga dan teman-teman di kampung. Sejak kecil sampai beranjak dewasa saya tak pernah lepas dari keseharian kehidupan desa, yang penuh kekeluargaan dan selalu berusaha hidup selaras dengan alam.

Saat ini saya bekerja di bidang pariwisata sebagai pemandu wisata berbahasa Perancis. Pekerjaan ini sudah saya tekuni sejak tahun 1996 setelah sebelumnya bekerja di sebuah hotel di Kuta selama beberapa tahun.

Pekerjaan sebagai “guide” telah membuka mata dan wawasan saya untuk belajar lebih banyak lagi tentang kehidupan. Bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang dan berbagai karakter berbeda memberikan banyak pelajaran berharga dalam hidup saya. Profesi ini bahkan telah memberikan saya kesempatan untuk berkunjung ke Perancis pada tahun 2005 dan 2010. Perjalanan tsb sangat berarti bagi saya, tidak hanya sekedar untuk melihat dunia luar, tapi juga untuk lebih mengerti peradaban dan budaya lain serta nilai-nilai yang mungkin berbeda dengan yang selama ini saya pahami. Tak pernah terbayang sebelumnya saya bisa menginjakkan kaki di negeri orang.

Dan alur kehidupan tak pernah bisa ditebak. Awal tahun 2012 ini saya bertemu dengan bapak Made Dhasi yang banyak mengajarkan falsafah kehidupan dengan cara yang mudah dipahami. Dan kini saya bergabung dengan beliau dan ibu Putu Puspawati untuk mengembangkan PT.Pudak Sari sambil tetap menjalankan aktifitas saya di pariwisata. Ini tak terlepas dari visi dan misi yang diemban oleh badan usaha tsb untuk menjaga kelangsungan hidup kita untuk tetap selaras dengan alam.

Astungkara.

Om Shanti Shanti Shanti Om

***

Cuplikan diatas tadi adalah sekelumit cerita dari Bapak Nyoman Astina. Sebegitu singkat ceritanya, sebegitu sederhana bahasanya. tetapi dalam kesederhanaan tersebut terbersit unsur keseriusan, kesungguhan, dan ketekunan.

Ketekunan dan kesungguhan itu pula yang telah mengantarkan Bapak Nyoman Astina bisa menginjakkan kaki di Perancis, bukan untuk berlibur saja, tetapi juga untuk menyerap dan mempelajari budaya, peradaban, serta kebiasaan-kebiasaan masyarakat Perancis. Untuk bisa mempelajari itu, tentu tidak bisa dilakukan dalan sehari ataupun seminggu, tetapi harus bisa berbaur dengan mereka dalam waktu berbulan-bulan. Sungguh Luar Biasa…

Tanpa kesungguhan dan ketekunan tentu tidak akan bisa…

Saat ini Bapak Nyoman Astina adalah Direktur dari PT. Pudak Sari dan sekaligus adalah salah satu dari tiga Pemilik Saham di PT. Pudak Sari ini.

Dengan kesungguhan dan kegigihannya untuk tetap belajar, berevolusi dengan kreativitas yang tinggi, serta kemampuannya dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan leingkungannya, Perusahaan mempercayakan posisi tersebut kepadanya..

Selamat Bekerja untuk Bapak Nyoman Astina..

~Komisaris~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s