Visi dan Misi

Kita hidup dan berkolaborasi dalam dan dengan lingkungan kita. Disadari atau tidak, kita menerima efek dari lingkungan itu dan memberi efek pula kepadanya.

Dalam era sekarang ini, kita memaksimalkan usaha-usaha kita untuk kembali ke alam (back to nature), memperbaiki lingkungan kita (baca: alam), menanami pohon, menghijaukan lahan, membuat saluran untuk mencegah banjir dan sebagainya.

Itu semua adalah usaha yang bagus. Tetapi kita tidak bisa mencegah fenomena alam yang telah banyak berubah dalam waktu singkat (setidaknya dalam masa usia kita). Kita menanam pohon di wilayah kita, tapi dalam perjalanan menuju area penanaman tersebut kita telah banyak menghirup udara yg penuh polusi, ada asap rokok, ada debu, ada asap kendaraan…dan sebagainya…

Ini tidak bisa dipungkiri akan mempengaruhi tingkat kesehatan tubuh kita dan tingkat imunitas tubuh kita. Sehingga cepat atau lambat tubuh kita akan sakit karenanya (tanpa kita sadari, sesadarnya kita akan menyalahkan cuaca sebagai penyebab sakit tersebut).

Disisi lain, kita mengkonsumsi makanan, nasi, roti, sayuran, buah-buahan, daging, susu (katanya empat sehat – lima sempurna). Bila ditelaah lebih jauh, sebagian besar dari sumber-sumber makanan tersebut pun masih terkelola dengan racun/toksin baik dari pupuk, insektisida, ataupun proses pembuatannya.

Kita dengan konsep back to nature mengedepankan makan sayuran, tetapi kita tidak menyadari kalau sayur-sayuran itupun disemprot dengan insektisida agar bisa bertahan dari serangan hama. begitu pula dengan buah-buahan, beras (sebagai bahan roti) yg melalui proses “percepatan” melalui pupuknya.

Yang lebih parah, kita menyemprotkan obat anti lalat, anti nyamuk, dan lain sebagainya, dan obat-obatan itu secara sadar atau tidak telah kita hirup selama kita tidur atau selama kita berada di tempat tersebut. dan racun-racun tersebut secara berkala akan mengurangi tingkat imunitas tubuh kita terhadap lingkungan kita.

Pertanyaannya, sampai kapan tubuh kita akan bertahan dari toksin-toksin tersebut… (tidak usah saya kasih tanda tanya, karna memang tidak perlu jawaban tetapi perlu pemikiran)

Siapa yang bertanggung-jawab… (tidak perlu pula saya kasih tanda tanya, karna bukan itu yg terpenting, tetapi lebih penting mencari solusi dan antisipasinya).

Untuk menghentikan (STOP) orang utk memakai insektisida, menyetop orang untuk merokok, menghentikan orang membuat polusi udara (dengan kendaraan bermotor), sangatlah tidak mungkin karena itu sudah merupakan dikotomi semesta, ada yg merasa nyaman, ada pula yang merasa dirugikan.

Karena itu, lebih baik dan bijaksana rasanya mencari solusi atau antisipasi terhadap kemampuan kita beradaptasi denga lingkungan seperti itu.

Itu adalah VISI kami di PT. Pudak Sari .

Misi kami adalah menyediakan produk-produk herbal untuk kesehatan baik dari sisi Pengobatan, Perawatan, maupun Pencegahan.

Membantu mereka yang memiliki gangguan kesehatan baik dari sisi Medis maupun sisi non medisnya.

Semoga selalu diberkati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s